Text
Ebook Tumbuh Kembang Anak Usia Prasekolah
Anak usia prasekolah adalah anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun,
pada periode ini pertumbuhan fisik melambat dan perkembangan
psikososial serta kognitif mengalami peningkatan. Anak mulai
mengembangkan rasa ingin tahunya, dan mampu berkomunikasi
dengan lebih baik. Permainan merupakan cara yang digunakan anak
untuk belajar dan mengembangkan hubungannya dengan orang lain
(DeLaune & Ladner, 2011).
Usia prasekolah merupakan periode yang optimal bagi anak
untuk mulai menunjukkan minat dalam kesehatan, anak mengalami
perkembangan bahasa dan berinteraksi terhadap lingkungan sosial,
mengeksplorasi pemisahan emosional, bergantian antara keras
kepala dan keceriaan, antara eksplorasi berani dan ketergantungan.
Anak usia prasekolah mereka tahu bahwa dapat melakukan sesuatu
yang lebih, tetapi mereka juga sangat menyadari hambatan pada diri
mereka dengan orang dewasa serta kemampuan mereka sendiri yang
terbatas (Kliegman, Behrman, Jenson, & Stanton, 2007).
Usia tiga hingga lima tahun disebut The Wonder Years yaitu
masa dimana seorang anak memiliki rasa keingintahuan yang tinggi
terhadap sesuatu, sangat dinamis dari kegembiraan ke rengekan, dari
amukan ke pelukan. Anak usia prasekolah adalah penjelajah, ilmuwan,
seniman, dan peneliti. Mereka suka belajar dan terus mencari tahu,
bagaimana menjadi teman, bagaimana terlibat dengan dunia, dan
bagaimana mengendalikan tubuh, emosi, dan pikiran mereka. Dengan
sedikit bantuan dari Anda, periode ini akan membangun fondasi yang
aman dan tidak terbatas untuk seluruh masa kecil putra atau putri
Anda (Markham, 2019).
Setiap orang tua mengidamkan memiliki anak yang sehat, cerdas,
berpenampilan menarik, dan berakhlak mulia. Prinsip memperhatikan
bibit, bobot, bebet yang berkembang di masyarakat kita sejak jaman
dahulu dalam memilih calon pasangan hidup salah satunya bertujuan
untuk mendapatkan keturunan yang sesuai dengan kriteria tersebut.
Seiring dengan perkembangan zaman prinsip tersebut cenderung telah
diabaikan, padahal prinsip tersebut tidak selamanya bertentangan
dengan teori pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain faktor
keturunan masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi kualitas
seorang anak. Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh
1
kembang. Proses tumbuh kembang merupakan hasil interaksi faktor
genetik dan faktor lingkungan. Faktor keturunan adalah faktor yang
berhubungan dengan gen yang berasal dari ayah dan ibu, sedangkan
faktor lingkungan meliputi lingkungan biologis, fisik, psikologis, dan
sosial.
| E00015B | 618 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain